top of page

Sejarah Panjang Kemeja Kotak-Kotak Siswa SMA Pangudi Luhur


Kotak-Kotak berwarna biru, putih dan sedikit kuning telah menjadi trademark SMA PL. Saat ini pun kemeja tersebut masih dipakai oleh para siswa pada hari Selasa. Namun tidak banyak yang tahu kalau kemeja kotak-kotak ini memiliki sejarah yang cukup panjang.


Dahulu Siswa bersekolah menggunakan kaos bertuliskan "Pangudi Luhur." Hal itu berubah di tahun ajaran 1983/84, ketika PL berusaha melobi Kanwil P&K Jaksel untuk menggunakan kurikulum pelajaran sendiri. Pihak kanwil pun mengatakan jika tidak ingin menggunakan kurikulum yang ditetapkan pemerintah, siswa PL diharuskan menggunakan kemeja putih abu-abu.


Negosiasi terus berlangsung, dan akhirnya ditemukan jalan tengahnya dimana PL boleh menggunakan kurikulum sendiri dan seragam khas PL (kaos PL & jelana jeans) boleh dipakai hanya di hari Sabtu. Penggunaan kemeja kotak2 celana bebas di hari Sabtu terjadi di tahun ajaran 1987/88, berkat OSISKA angkatan 1988 (ketuanya Agustinus Anugrahono/ Tinus) dan kemudian dilanjutkan oleh A.A.B.M. Rheza K. Sutedja/ Teja (ketua OSISKA angkatan 1989) yang berhasil memperjuangkan kemeja kotak2 di Jumat dan Sabtu tapi celana harus hitam (walaupun siswa banyak yang masih bandel).


Sebagai catatan tambahan, kemeja kotak-kotak bebas pada saat itu belum berbahan flanel, ide flanel datang dari anak-anak GPA.


di Tahun 1990 siswa kelas satu hingga tiga menggunakan kemeja kotak-kotak untuk kemudian berfoto bersama di panggung PL Fair untuk mengenalkan kepada masyarakat luas, kalau ini adalah trademark PL.


Kotak-kotak bebas terakhir dirasakan oleh angkatan 1996 kelas satu, dimana ketika mereka naik kelas dilakukan percobaan kemeja kotak-kotak seragam oleh sekolah (yang setahun kemudian desainnya kembali diubah). Sehingga terdapat kejadian unik dimana ditahun tersebut siswa menggunakan tiga kemeja yang berbeda:


- Angkatan 1996 kelas tiga menggunakan kemeja kotak-kotak bebas

- Angkatan 1997 kelas dua menggunakan kemeja kotak-kotak berwarna dasar hijau

- Angkatan 1998 kelas satu menggunakan kemeja kotak-kotak berwarna dasar biru

Dan akhirnya desain yang dipakai oleh angkatan 1998 menjadi desain yang seterusnya dipakai hingga saat ini.


Sebuah kisah yang cukup panjang untuk menggambarkan "kotak-kotak." Namun ada kalanya dimana desain tersebut memiliki sejuta cerita bagi para siswa yang memakainya.

Hiduplah SPL!


Note:

Terima kasih kepada

Bro Tojing PL'86

Bro Frans PL'87

Bro Dhanu PL'88

Bro Dave PL'89

Bro Sandy PL'90

Bro Alvin PL'96

Bro Anka PL'97

Bro Rizki PL'98

Atas bantuannya melengkapi puzzle cerita terkait sejarah kotak-kotak PL


Design: Arya Diwangkara PL'05


Comments


Post: Blog2_Post
bottom of page